Rabu, 21 September 2016

Tugas Softskill 'Etika Profesi Akuntansi' #



Tugas Softskill
 'Etika Profesi Akuntansi'
Audit Forensik Petral, Mafia Migas Keruk Rp 250 Triliun


Audit Forensik Petral, Mafia Migas Keruk Rp 250 Triliun

            PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, audit forensik yang dilakukan terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Group menemukan adanya kebocoran informasi rahasia dalam proses pengadaan minyak dan produk minyak‎ perseroan. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, audit forensik yang dilakukan pada 1 Juli hingga 30 Oktober 2015 tersebut menemukan beberapa hal anomali sekaligus dapat menjadi referensi untuk perbaikan sistem baru pengadaan minyak dan produk minyak di masa mendatang, oleh Integrated Supply Chain (ISC). Hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) menyebutkan terjadi anomali dalam pengadaan minyak pada 2012-2014.


        Hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) menyebutkan terjadi anomali dalam pengadaan minyak pada 2012-2014. Berdasarkan temuan lembaga auditor Kordha Mentha, jaringan mafia minyak dan gas (migas) telah menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.


            Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, ada beberapa perusahaan yang memasok minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) kepada PT Pertamina (Persero) melalui Petral pada periode tersebut. Namun, setelah diaudit, kata Sudirman, semua pemasok tersebut berafiliasi pada satu badan yang sama. Badan itu menguasai kontrak US$ 6 miliar per tahun atau sekitar 15 persen dari rata-rata impor minyak tahunan senilai US$ 40 miliar. “Ini nilai kontrak yang mereka kuasai,bukan keuntungan,” kata Sudirman kepada Tempo, Selasa 10 November 2015.


        Sudirman enggan membeberkan grup usaha yang dia maksudkan. Namun dia menyebut perusahaan itu kerap menggunakan perusahaan perantara (fronting traders) dan perusahaan minyak milik negara (national oil company/NOC) untuk menggaet keuntungan lebih banyak. Akibat ulah mafia ini, kata dia, Pertamina tidak memperoleh harga terbaik dalam pengadaan minyak ataupun jual-beli produk BBM. Sudirman tengah mengkaji temuan tersebut untuk ditindaklanjuti secara hukum. “Proses pro-justitia masih kami pertimbangkan,” tuturnya.


         Sumber Tempo di Kementerian Energi mengatakan Petral menjadi kepanjangan tangan pihak ketiga untuk masuk proses pengadaan minyak. Menurut dia, pihak ketiga ini memiliki informan di tubuh Petral, yang membocorkan informasi pengadaan minyak, memunculkan perhitungan harga, serta mengatur tender. “Sebelum disampaikan ke peserta tender, si pembocor menyampaikannya dulu ke jaringan tersebut,” ujarnya.


      Saat dimintai konfirmasi, juru bicara Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengakui adanya penguasaan kontrak oleh jaringan tertentu. “Hal ini menambah panjang rantai suplai sehingga harga beli minyak kurang kompetitif,” katanya. Namun dia enggan menyebutkan pihak ketiga yang disebut-sebut dalam audit itu.


            Ihwal adanya pembocor di tubuh Petral diakui oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto. Menurut Dwi, kebocoran informasi rahasia dan intervensi pihak eksternal ini mempengaruhi pengembangan bisnis, mitra secara tidak langsung, dan proses negosiasi oleh Petral. “Ini telah kami laporkan kepada pemerintah untuk diambil langkah lanjutan apabila diperlukan,” katanya, Senin lalu.

sumber : http://m.tempo.co/read/fokus/2015/11/11/3280/audit-forensik-petral-mafia-migas-keruk-rp-250-triliun


Hasil Review Kasus Petral   :



1.         KAP yang mengaudit Pertamina Energy Trading Limited (Petral) adalah auditor independen, Kordha Mentha yang berada di bawah supervisi Satuan Pengawas Internal Pertamina.

2.         Jenis Audit yang dilakukan dalam kasus petral adalah Audit Forensik. Dimana,Audit Forensik adalah audit yang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kemungkinan risiko terjadinya fraud atau kecurangan didalam maupun diluar sistem secara komprehensif.

3.         Berikut ini beberapa gambaran proses audit forensik :
a. Identifikasi masalah, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran. 
 b. Pembicaraan dengan klien, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.
c.   Pemeriksaan pendahuluan, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan   menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal  4W + 1H  (who, what, where, when, and how much).  Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
d.   Pengembangan rencana pemeriksaan, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
e.  Pemeriksaan lanjutan, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud    tersebut.
f.  Penyusunan Laporan, ditahap akhir auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik.
Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan.  Poin-poin tersebut antara lain adalah     :



Ø    Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.

Ø    Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. 
     Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.

Ø   Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan.Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud,serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.



4.         Kesimpulan :

KAP kordha mentha dalam kasus petral sudah melakukan audit sesuai dalam aturan etika kompartemen akuntan publik dengan no.100 tentang indepedensi,integritas,dan objektivitas ; no.202 tentang kepatuhan terhadap standar ;dan no. 303 tentang tanggung jawab kepada klien (301 informasi klien yang rahasia). KAP Kordha Mentha juga dalam melakukan audit sudah mengikuti kode etik IAI dengan prinsip :
-    Tanggung jawab profesi
KAP kordha menthe sudah menjalankan tugasnya yaitu bertanggung jawab dan profesional terhadap kasus yang diselidikinya dimulai dari menganalisis kasus dengan audit forensik sampai menemukan beberapa temuan audit yang diketahui. 

-     Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggungjawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Dalam kasus ini, lembaga audit independen (Kordamentha) telah membuktikan pegawai yang bermasalah tidak diberikan izin untuk mendapatkan wewenang lagi dalam menjalankan tugas dibagian impor BBM. Hal ini menunjukan integritasnya dan agar segera direalisasi sehingga meningkatkan kepercayaan public (masyarakat).



5.         Temuan Audit :

Berdasarkan pelanggaran No. 100 tentang Independensi, Integritas dan Objektivitas dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang dilakukan kasus Petral setelah diaudit oleh Kordamentha adalah sebagai berikut   :

a) Terdapat jaringan mafia minyak dan gas (migas) telah menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.

b) Dalam proses pengadaan terdapat kebocoran informasi rahasia yang dalam bentuk surat elektronik (email) maupun obrolan via sosial media. Informasi  tersebut berkaitan dengan patokan harga dan volume bahan bakar minyak   (BBM).

c) Pengaruh pihak eksternal dalam proses bisnis petral, seperti pemilihan mitra tak langsung dan proses negoisasi term and condition.

d) Audit forensik menemukan bahwa terdapat surat elektronik (email) maupun obrolan via sosial media yang ditengarai membocorkan informasi terkait patokan harga dan volume bahan bakar minyak (BBM).

e) Ketidakefisienan rantai suplai berupa mahalnya harga crude dan produk serta dapat menyebabkan harga beli minyak yang kurang kompetitif yang dipengaruhi oleh kebijakan Petral dalam proses pengadaan.

 
Sumber :

Tulisan Minggu KE 2 #



Sekilas Cerita  Perjalanan akan menempuh Sidang PI




Pada tanggal 30 Juni 2016 Yang bernama Ajeng Wulandari dinyatakan Lulus ACC dari Dosen Pembimbing PI yang di bimbing Pak Edi Pranoto SE., MMSI dan 
sudah diperbolehkan untuk Mendaftar Sidang (seneeeenggggg)   “ALLLLHAMDU’LILLLAH”



Nah pada tanggal 05 Agustus 2016 saya ke depok untuk segeraaa daftar Sidang , janjian dan segala macemnya “ hihhiihi”   saya jalan berdua dengan teman sekelas  saya yang bernama Dessy Astuti  “ heeheehe” 
(Tks des udah mau daftar berduaan doang sama gw)
Nah Pas Di bagian Loket , karena kita Anak Fak.Ekonomi itu daftarnya di Loket 11,
Sempet-sempetnya sedikit Debat sama dessy (hhehehh)  di depan Lokett  !!!



‘’Berhubung gw pengen buru-buru kelar itu PI ‘’ 
 ^     gw tanya dessy,,, ayoo des gimna mau gak tgl 15 ??  Ayooo dess Pleaseeeee  ...

Deesy Jawab : ihh ajeng 1 minggu lagi dong ??  kecepetannn ajeng .. gw belom siap apaa-apa jeng !!!!!  PPT , OHP , Belum Print dsb
^     Dan Gw Tetep mau yang Tanggal 15                                                                                                  
( Akhirnya dengan segala upaya ku membujuknya'  Dessy akhiiirrrnya Juga Mauuu )   ''Allhamdulillahhhh''

Karena ternyata  Untuk sidang di kalimalang di tanggal 15 Agustus 2016 Kosong, dan kalau  mau yg Bulan September Itu ada di tgl 03 an.. ahh  kalau di tunda-tunda deg degannnya kelamaannn  “hheheh” Betul Apa Betul  ?????
Akhirnya Dessy mau juga ambil yang tanggal 15 Agustus “ahhh Dessy I lope Youu lahh”
Akhirnya kita Dapet tanggal 15 Agustus 2016 hari Senin Pukul 09:00 WIB Ruang J1610                   
 (wkkwkwk sidang perdana di kampus J1)


Sepanjang Jalan Abis daftar Sidang ‘gw minta maaf terus  ama Dessy’ Gw takut dia marah, karena akhirnya ngambil yang di taggal 15 .. ( Karena desy baik orangnya dia engga marah , malah mauuu  Biar cepet juga kelarnya “katanya sih seperti itu” ).

Lanjuttt  ………  lanjutt ……… Lanjuttt


Tertibalah Senin pagi Pukul 08:00 WIB gw udah di kampus J1’ pagi pagi Busuk , belum ada siapa siapa masih sepiiiii bangetttts itu kampusss   Ya ampunn (cieee yang semangatt mau sidang‘padahalmahdegdegansetengahmampusss’ ) “heehehe”  
Akhirnya gw sama dessy ketemuan di Lt 6,, duduk depan Ruangan sidangnya sampai saatnya tertiba nama kita di panggil buat berjumpa dengan 3 Doi yang udah siap nyidang kita “ekekkeek”








 Akhirnya nama Ajeng Wulandari di panggil, dapet urutan ke 5 dan hanya 25 menit sidangnya..       
‘’ Allhamdu’lillaaaaah ‘’ Seperti Presentasi biasa kaya di kelassss aja gitu..
Abisss gw selesai sidang’ buka pintu  keluar Ehhh seneng dehh ada Temen Temen gw  udah pada nongol di depan (hhehhehheh)
Ada Ani , Yuni , Dwi , Ulfa , Putri lydia , Maeeee , Dessyy , Cici , Nitaaa , , , , MAKASIH  !!!














Seneng deh “hhehhhe” dapet Coklat  , Bunga , Kado , Boneka , Terusss Foto – Foto .. hiihiihii..








 
 Udah Liat kan Foto – Foto akuuu dari pas Daftar’   Hingga, Akuuuu Selesai Sidang… ??????????




  Sekian Dulu ya cerita ceritanya..

Semoga bisa sedikit Buat pembaca tersenyum 





            Waass’salam mu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuu….














TULISAN Minggu KE 1 #



Perkenalkan nama saya Ajeng Wulandari Alias Wulland Manssion



Mau sedikit cerita nih , sedikit kok seriusan gak banyak banyak... Di baca yaaa  ..  hehehe

Sewaktu dari SD Kegiatan yang saya ikuti itu Tari atau bisa dibilang hobby (Hobby waktu kecil) Saya suka banget Jaipongan  pokoknya tari- tarian,Pernah mengikuti Lomba Tari Juga. kemudian Sewaktu SMP Majalah Dinding Atau di Singkat menjadi ( MADING ), Karate-ka , Gambar,  Baca Puisi , Berpidato, Paskibra  dsb hampir lupa saking banyak nya.( Iseng-Iseng Berhadiah ). oiaa waktu MADING saya mewakili Sekolah saya looh , untuk Lomba Tingkat Se-Jakarta selatan & Se-DKI Jakarta , Dan Alhamdulillah Menang Se-Jakarta Selatan, Klo yang Se-DKI kalah, karena banyak bgt Ratusan bahkan Ribuan  pesaing,dan itu anak-anak High school international gituh (Mereka banyak duit dan Berani MODAL).  Selama 3 Tahun saya mewakili sekolah saya untuk di MADING Kemudian Di Karate Juga Pernah , Di Puisi Pernah, Nulis Puisi Pernah , Menggambar Pernah , Paskibra-ka Pernah , wkkwkw Hampir Semua Udah Pernah Di cobain..Hihihihi*  Oiaaa ketika Pas SMP  Saya juga Pernah Memperoleh Prestasi Siswa Terbaik , Dan Prestasi Mading , Pernah Masuk kategori Siswa Teladan juga, hehe Tapi sayangnya Tidak berhasil membawa Pulang Pialanya  Sudah masuk Kategori pun Mamah saya sudah bangga kok “ Katanya”

Oyaaa, Saya juga Pernah Di Daftarin Menjadi kandidat Ketua OSIS waktu SMP,  Yaa Alllah  ( Gilaak banget kan ‘Cewe Jadi Ketua OSIS ) itu waktu itu di daftarin sama Pembina OSIS langsung’ Tanpa Konfirmasi telebih dahulu ke sayanya “Hadeeh” , Tau-Tau nama saya ada di Papan MADING ,  Lahh Shock dong ( wkwkwk Alias Takut ) Terus saya sempet Nangis , karena gak mauuuuuu, Terus Kakak – kakak kelas 3 semuanya yang cewe dan yang cowo , Pada ngedukung sayaa & mau nyoblos Saya sebagai Ketua OSIS !!!  O.M.G  akhirnya saya Tidak terpilih menjadi Ketua “ Yess Yesss Yeesss”      ( Beerkat Pura Pura Nangisss )  hehheehee  “ tapi Jadi Wakil Ketua “    Yasudaaahhlaahhh….

Lanjut Cerita ‘ ke SMA di SMA saya mengikuti lagi kegiatan PASKIBRA , yahhh Tapi Hanya 2 Tahun Doang ,Karena kaga Enak latihannya , Alias anak-anaknya Mancla mencle   “( Cuman Mau Gaya gayaan doang )” . ( sok IYA sok OKE ) Selesai SMA ‘ Saya Nyoba Daftar Sebagai Abdi Negara “ Ceritanya “ wkkwk , Alias Nyoba Daftar Polwan , Tapi gagal , gagal dan gagal .. (Sedih kalo Ceritain itu mah). Kalo mau tau Ceritanya Tanya Langsung Ke Akunya Aja Yaa ( hihihii ) “Ehhhhh gak Penting Juga deh , wkwkwkwk” Tapi itu pengalaman banget sih , Bener – Bener Pengalaman banget Dan Gak Akan Terlupakan sampai kapan Pun  !! Sampai Kapan Pun !!! Setidaknya saya Sudah Pernah Berjuang.   Karena Setiap Kegagalan Ada Makna di Dalamnya  “Itu Pasti” !!!  Pengalaman Mengajarkan Semuanya .

Abis Gagal di Polwan Cuzzz  deh Ke GUNDAR   “aliasssssssss “                                           GUNADARMA TERSAYANG wwkkwkwwwk.... Yang Banyak Praktikumnya , yang Minggu Minggu Ngelab’ Yang banyak LA LPnya, Yang Segalaan Rebutan Nilai MaX “ampunn deh ahhhhh”  (Belajar Muluu deh Di GUNDAR)    wkwkkwkkwkk

 


    Seee you yaaa, Segini Pengalaman 

       dari         

        Ajeng Wulandari Sekian Dan Terimakasih